Jumat, 30 Januari 2026

Press Release “BOTTEN STRONG - BANGKIT LAGI”


Band PUNK ROCK asal JAKARTA-BEKASI yang sudah lama Hiatus kini BANGKIT Kembali, tetap mempertahankan konsep PUNK ROCK hingga tepat di hari Sabtu 10 Januari 2026 BOTTEN STRONG berhasil merilis Single lewat Video music “PENGUASA NEGERI“ sebagai jembatan untuk Album terbaru mereka.

Tidak ada janji-janji yang terpenuhi ditangan penguasa yang hanya memenuhi kepentingannya masing-masing !!

Botten strong adalah band punk rock asal Jakarta-Bekasi Indonesia Yang berdiri sejak Agustus 2007. Genre musik Botten strong adalah Punk Rock pada saat memulai karir band di Skena musik. Terinspirasi dari musik Ramones, Rancid, Cock sparrer dan The oppressed.

Formasi awal band ini adalah Chris pada gitar vokal, Ichank pada gitar, Abet pada vokal, Izil pada bass dan Fian pada drum. Dengan formasi pertama band ini sempat membuat single dengan judul "ceweku pengkhianat" di tahun 2008. Setelah 5 tahun manggung di dunia Skena musik, band ini memutuskan untuk vakum ditahun 2013, dikarenakan kesibukan masing masing personil band.

Dan pada akhirnya di tahun 2021 band ini kembali lagi dan memulai aktif kembali. Tapi di tahun 2023 izil dan Fian resmi mengundurkan diri dikarenakan sibuk.

Pada akhirnya Band ini kembali membuat formasi baru yakni menambahkan ecko dan gian.

formasi band saat ini ichank gitar, Chris vocal lead gitar ,ecko drum dan gian pada bass.

Dengan formasi terkini 2022 : Chris ( Gitar vocal ) Ichank ( Gitar ) gian ( Bass ) ecko ( Drum ) Baru saja meluncurkan single dalam format Video Music yang bertajuk “ PENGUASA NEGERI “ dan bergabung ke label NEWHOPE RECORDS

Title "PENGUASA NEGERI"

adalah lagu yang lahir dari kegelisahan melihat realitas sosial yang terus berulang : kekuasaan yang menjauh dari rakyat, janji yang menguap, dan suara kecil yang sengaja dipadamkan. Lagu ini menjadi bentuk perlawanan—bukan dengan senjata, tapi dengan kata dan distorsi.

Lewat lirik yang lugas dan tanpa basa-basi, “Penguasa Negeri” menyuarakan kritik terhadap mereka yang duduk di atas singgasana kekuasaan namun lupa siapa yang mereka injak. Lagu ini tidak bermaksud menggurui, tapi mengajak pendengarnya untuk membuka mata dan bertanya : siapa yang sebenarnya berkuasa, dan untuk siapa negeri ini dijalankan ?

Secara musikal, “Penguasa Negeri” dibalut dengan energi keras, tempo agresif, dan nuansa mentah yang merepresentasikan amarah kolektif rakyat kecil. Ini adalah lagu yang lahir dari jalanan, dari obrolan warung kopi, dari teriakan yang sering tak terdengar.

“Penguasa Negeri” bukan sekedar lagu !! ini adalah pernyataan sikap, Sebuah pengingat bahwa musik masih bisa menjadi alat perlawanan, penyampai kebenaran, dan suara bagi mereka yang terus dipinggirkan.


 "PENGUASA NEGERI" direkam distudio iconic di Bekasi Apache studio dibantu oleh enginer terbaik Salim. Dan untuk sesi drum pada lagu ini diisi oleh sahabat baik mereka yaitu JEPUNK dari MEMBARA dan TYRANNY.

Walaupun umur sudah bukan muda lagi tapi semangat ini tak pernah padam untuk menyuarakan tentang keadilan di negeri ini... cheers

Single ini adalah pembuka untuk menuju Album penuh di tahun 2026 nanti mereka via NEWHOPE RECORDS !!!

Silahkan di simak “ PENGUASA NEGERI “ Official Music Video via Youtube : NEWHOPE INC dan selamat menikmati.. ENJOY!!

Man Sinner Rilis Single "Bumi Menangis (Unplugged)", Respons Spontan Bencana Banjir Sumatra dan Aceh

 


Jakarta – Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner resmi merilis single terbaru berjudul "Bumi Menangis (Unplugged)" sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda Sumatra dan Aceh baru- baru ini.

Single ini hadir dalam dua format, yaitu video klip yang tayang perdana pada 9 Januari 2026 di kanal YouTube resmi Man Sinner, serta versi audio yang akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.

Man Sinner yang digawangi oleh Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (gitar), Nero Riansyah (bass/vokal latar), dan Agung Bahtiar (drum) dikenal dengan musik berenergi tinggi. Namun dalam karya ini, mereka memilih pendekatan berbeda dengan tempo lebih tenang agar pendengar dapat lebih fokus pada kekuatan pesan lirik.

"Kami ingin siapa pun yang mendengar lagu ini bisa ikut merenung dan mencipta perubahan. Perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri, lalu menyebar ke orang lain," ujar Achmad Alwan Damanik dalam keterangan tertulisnya.

Lagu "Bumi Menangis (Unplugged)" merupakan versi terbaru dari lagu utama dalam album "Bumi Menangis" yang dirilis pada 2020. Keputusan untuk mengemas ulang dengan aransemen berbeda diambil karena pesan liriknya dinilai relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

"Lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan terhadap Bumi. Jika tidak, alam akan mencari keseimbangannya sendiri melalui bencana yang pasti memakan korban," kata Agga Satria.

Video klip lagu ini menampilkan rangkaian visual dari berbagai peristiwa banjir di Indonesia, dipadukan dengan dokumentasi eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Strategi ini dipilih agar pesan lagu lebih mudah ditangkap oleh publik yang kini cenderung lebih visual.

"Di era media sosial dan gawai seperti sekarang, manusia lebih cenderung menjadi makhluk visual. Kami berharap pesan lagu ini lebih kuat tersampaikan lewat format video klip," tutur Nero Riansyah.

Setelah perilisan single ini, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di kawasan Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026. Agenda rekaman dua lagu baru yang semula direncanakan pun ditunda demi fokus pada karya ini.

"Karya ini digarap secara spontan setelah melihat peristiwa bencana kemarin. Jadwal rekaman dua lagu baru kami tunda dulu," ucap Agung Bahtiar.

Video klip "Bumi Menangis (Unplugged)" kini sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Man Sinner, sementara versi audio akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026. 

The Northsidaz Beach x The Southsidaz Hills Combinez!

 


Sebuah single kolaborasi serta kombinasi oleh 2 kubu yang bertajuk “ NO RETREAT “, @cyg_nbhc berasal dari kendal bagian bawah dan @sotfvseverybodiez_ dari kendal bagian atas.

“ No Retreat “ ini membahas tentang kebencian terhadap keserakahan yang terjadi di bumi ini di timur-tengah, sebuah konflik yang tak kunjung mereda. Terutama kebiadaban para zionism, saudara-saudari kami yang ada di palestina yang tak bisa terhitung oleh jari, berbaring dizona perang dan berjuang melawan para tiran.

Single ini menjadi pembuka menuju EP Split CYG x SOTF, menjadikan pacuan ke babak baru dan kombinasi segar yang ada di kota kendal.

CYG x SOTF – “ No Retreat “ Sudah keluar!



CLOATH EP Release “The Fallen God”

 

Cloath merupakan band chaotic hardcore yang dibentuk di Banda Aceh dan kini berbasis di Jakarta. Datang dari ujung barat Indonesia, Cloath dikenal melalui karakter musik yang gelap dan intens, memadukan gitar bernada rendah yang bergemuruh, riff tajam, atmosfer mencekam, serta dentuman drum yang padat dan menghantam. Pendekatan ini membentuk identitas sonik Cloath yang agresif, bertenaga, dan meninggalkan kesan kuat bagi pendengarnya.

Cloath beranggotakan Fatahillah Reza (vokal), Wirya Nugraha dan Dopan Rehayatsyah (gitar), M. Khairul Azmi (bass), serta Alief Maulana (drum). Perjalanan rilisan Cloath dimulai melalui single debut “Odin” (2023) yang kemudian disusul oleh “Hellheim” (2024). Cloath juga mencatatkan pencapaian penting dengan menjadi salah satu pemenang Hammerclash Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Hammersonic Records.

EP terbaru Cloath bertajuk The Fallen God dibuka dengan “Asborn” sebagai intro yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju keseluruhan konsep. EP ini berlanjut melalui “Odin,” “Hellheim,” “Ragnarok,” “Valhalla” (feat. Dixie Erlangga / Strangers), dan ditutup dengan “Ashes.” Terinspirasi dari narasi mitologi nordik, EP ini menjadikan kisah para dewa sebagai metafora atas kehidupan manusia modern tentang kejatuhan figur yang diagungkan, hasrat akan kekuasaan, serta konflik batin ketika keyakinan dan ego saling berbenturan. Setiap lagu dirangkai sebagai satu kesatuan cerita, bergerak dari fase kelahiran, pengagungan, kehancuran, hingga kehampaan yang tersisa. Kolaborasi dengan Dixie Erlangga pada lagu “Valhalla” menghadirkan dinamika vokal yang kontras sekaligus memperkuat klimaks emosional dalam keseluruhan narasi EP ini.

Melalui The Fallen God, Cloath menegaskan langkah mereka untuk menjangkau audiens yang lebih luas, membangun komunikasi dengan promotor dan media, serta memperluas jaringan di kancah musik keras, tanpa meninggalkan karakter mentah yang berakar dari scene underground. Cloath berharap EP ini dapat menjadi medium refleksi sekaligus pengalaman mendengarkan yang utuh bagi pendengar lama maupun audiens baru. EP The Fallen God kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform (DSP).

PRESS RELEASE: Album Perdana 406 Segera Dirilis Januari 2026, Dengarkan Single Perdana "Silent Heaven"


Berasal dari kota Tondano, Sulawesi Utara, 406 memberikan suguhan metallic hardcore yang modern, padat, dan rapat, dilengkapi dengan aksi panggung mereka yang energik jika disaksikan live. Hari ini, mereka mengumumkan album perdana mereka, The Frailty Of The Contorted Human Mind, yang akan dirilis pada 30 Januari 2026 lewat No Match Records. 

Terbentuk pada awal tahun 2023, band ini kemudian merilis dua lagu yaitu The Darkness and Its Different Shades pada 2024 kemudian pada tahun 2025 merilis single Desolate Phantom dan juga berkontribusi pada kompilasi Sulawesi Hard Compilation Vol.1 lewat trek Phobos.

The Frailty Of The Contorted Human Mind direkam secara mandiri di The Double D Studio, Tondano dengan bantuan sang gitaris, Gregorio Karwur dan total 12 lagu pada album ini.


Lewat single Silent Heaven sendiri menangkap dengan baik apa yang band ini ingin tunjukan pada album ini, ketegangan emosional dan suasana kelam yang didorong oleh aransemen kompleks, vokal yang memekik, dan riff gitar berat.

Berikut apa yang ingin dikatakan 406 tentang album ini:

“Album ini bercerita tentang pemikiran manusia yang berubah-ubah. Jadi semua elemen emosi kita masukan di dalam album ini, dari marah hingga sedih hingga senang dan lain sebagainya. Kami memandang hardcore bukan cuma dari segi cara bermain musik dan moshing tetapi dari jiwa, dan jiwa hardcore itu sendiri yang kita curahkan di dalam ini.”

Tracklist:

01.  The Darkness and Its Different Shades

02.  Tremble

03.  A Vile Strain

04.  Silent Heaven

05.  From Guilt

06.  In Sorrow

07.  In Water

08.  Pale Sun

09.  Desolate Phantom

10.  No Time To Die

11.  Veins Withering

12.  Epilogue


The Frailty Of The Contorted Human Mind akan segera rilis pada 30 Januari 2026 via No Match Records.

Habis Tak Tersisa hingga “Mati Rasa” single terbaru Resurrect

“Kala harapan telah binasa Direngut habis sang pendusta”


Itulah sepenggal lirik dari “Mati Rasa”, single terbaru yang dirilis Resurrect, unit Metal asal Surabaya pada 21 November 2025.

Single ini jadi debut lagu berbahasa Indonesia pertama mereka sejak delapan tahun berkarya.

Ditulis Billy selaku gitaris dibantu Anggoro vokalisnya, lirik "Mati Rasa" tidak puitis, tapi tetap kritis. Isinya sebagian besar adalah ungkapan dari kondisi psikologis dan sosial yang dirasakan para personilnya.


Harapan yang seakan tak ada karena terus dirampas oleh nafsu serakah. Penuh amarah, tapi realita yang dibuat oleh para pemegang kuasa membuatnya seolah tak berdaya.

“Ibarat kata, Mati Rasa ini seperti fase di mana kita tak bisa lagi bereaksi terhadap segala sesuatu yang buruk, baik secara fisik maupun psikis. Semuanya terjadi ya karena segala kesialan itu terus berulang tanpa ada ujungnya,” kata Billy.

Tapi "Mati Rasa" bukan hanya sekedar lagu yang menceritakan soal kondisi sosial masing-masing personil.

Liriknya juga bisa relate dengan yang dirasakan kebanyakan orang sekarang. Di mana hidup yang kadang sudah penuh derita, justru perparah lagi oleh realita nafsu serakah para penguasa.

"Yang bisa dirasakan dari lirik Mati Rasa ini, seakan tersampaikan bagaimana orang akan jadi nir empati, tidak tahu bagaimana harus bereaksi pada sesuatu. Entah rasa sedih, maupun perasaan sejenisnya karena mereka seolah sudah kebas atas segala tragedi yang berulang," tambah Anggoro.

Untuk musikalitas? jelas, distorsinya masih tebal dan deras, layaknya “Paradox” yang lebih dulu dirilis tahun 2023.

Di single terbaru ini, kesannya lebih heavy. Begitu juga elemen negatif hardcore-nya, masih kental terasa dalam lagu "Mati Rasa".

Kini, single yang akan jadi jembatan menuju album perdana Resurrect yang rencananya akan rilis 2026 ini, sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital. Mulai Spotify, Apple Music, hingga Youtube.

Minggu, 21 Desember 2025

Sacred - "Mankind's Truth Buried In Lies"

 

Sacred adalah band Metalcore/Hardcore yang berasal dari kota Pandaan, Jawa Timur, Indonesia. Dengan energi yang murni dan emosi yang intens, Sacred menghadirkan musik yang bercerita tentang perjuangan, perlawanan, dan kisah nyata yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Membawa nuansa Metalcore era 2000-an seperti Four Winds Away, Drawing Last Breath, I Promise The World, dan sedikit Screamo. Dengan riff yang tajam, vokal yang agresif, dan ritme yang menghentak, Sacred menciptakan lagu-lagu yang tak hanya didengar, tetapi juga benar-benar terasa.

Sebagai representasi komunitas kritis dan isu sosial, Sacred hadir untuk menyatukan mereka yang menemukan makna melalui musik metalcore, sekaligus menghadirkan nuansa baru bagi kancah Metalcore/Hardcore di Indonesia.

Sacred beranggotakan Zain (Vokal), Dapuk (Gitar), Rizqi (Gitar), Nopal (Bass), dan Daniel (Drum).


Perjalanan kami dimulai dengan rilisan pertama, Mankind's Truth, Buried In Lies yang dirilis oleh Endless Chain Records yang menjadi fondasi dan identitas awal band. Sejak saat itu, kami terus bereksperimen sambil tetap setia pada akar metalcore era 2000-an, yang membawa kami menuju karya-karya mendatang. Kini, kami memasuki babak baru dalam diskografi kami dengan singel Mankind Truth, Buried In Lies. Lagu ini mewakili apa yang selalu kami rasakan: bagaimana kebenaran seringkali tersembunyi, terkubur di bawah kebohongan yang dibangun oleh sistem, dan bagaimana umat manusia terus berjuang mencari makna sejatinya.

Mankind truth sudah bisa didengarkan di seluruh Platform.


Lagu ini merupakan protes terhadap segala kepalsuan dan kemunafikan yang telah menjadi hal biasa dalam budaya saat ini. Liriknya berasal dari sudut pandang seseorang yang baru saja muak. Mereka muak melihat bagaimana masyarakat lebih peduli pada penampilan, membangun citra, dan mendapatkan validasi dari orang lain (terutama di media sosial) daripada jujur, autentik, dan menjadi diri sendiri. Inti dari lagu ini adalah bahwa kita kehilangan apa yang nyata. Lagu ini menunjukkan bagaimana orang-orang begitu terjebak dalam peran yang mereka mainkan untuk orang lain sehingga mereka akhirnya kehilangan jati diri mereka yang sebenarnya.