Sabtu, 30 Mei 2026

"Double Runs The Bloc " Split Album Extincted & To Fused And Fuzzed

Sticktight Records bandung dengan bangga mengumumkan perilisan split album terbaru yang mempertemukan dua nama keras dari skena hardcore Indonesia: Extincted dan To Fused and Fuzzed. 

Datang dari dua kota besar di tanah air dengan karakter yang berbeda, kedua band ini membawa energi yang sama yaitu agresif, jujur, dan tanpa kompromi. Split album ini menjadi titik temu antara amarah, distorsi, dan semangat DIY yang masih terus hidup di bawah tanah.

Extincted menawarkan pendekatan yang intens dengan tempo yang sedang, tekanan sound yang kelam

dan padat, serta lirik yang lahir dari kebobrokan penguasa yang dibalut dalam personifikasi yang kelam.

Sementara To Fused and Fuzzed menghadirkan komposisi hardcore yang lugas dengan sentuhan riff

yang padat dan vokal penuh ledakan emosi.


Melalui rilisan ini, kedua band tidak hanya berbagi materi, tetapi juga menyatukan semangat kolektif

antar kota yang selama ini tumbuh lewat gig kecil, ruang latihan sempit, dan jaringan independen yang terus bergerak.

Split album ini akan dirilis dalam format fisik dan digital oleh Sticktight Records Bandung dalam waktu dekat. 

Informasi mengenai tanggal rilis, pre-order, dan merchandise akan diumumkan melalui kanal resmi label dan masing-masing band.

Rilisan ini menjadi bukti bahwa hardcore lokal masih terus berkembang, tetap bising, dan selalu menemukan cara untuk bertahan.


Listening:

01. Extincted - Before Damnation.

02. Extincted - Pure Damnation.

03. Extincted - From Dusk Till' Ashes.

04. Extincted - Throne Of Disgust.

05. TFAF - Kill Rapist And Pedophile (No Mercy Cut).

06. TFAF - Chronic Decay.

07. TFAF - Total Decadence.

08. TFAF - Sisa Api (Reanimated).


Untuk informasi lebih lanjut dan kerja sama media:

Instagram:

@sticktightrecords

@extinctedforce

@tofusedandfuzze

DC Threat Melepas Debut Album Konfrontatif “Perihal Prahara”

Malang – Disorder Control Threat, Setelah melepas EP “Demo 2025” yang dirayakan dengan “Serapah Mini Tour” di 5 titik kota di Jawa Timur dan single “Post Serapah” setelahnya, tak butuh waktu lama bagi DC Threat untuk kembali menggerakkan roda agresinya. Kuartet hardcore punk pendatang baru DC Threat kini resmi merilis album penuh pertama mereka bertitel “Perihal Prahara”. Band yang terbentuk melalui simpul jejaring lapak baca dan gigs kolektif ini digawangi oleh Nawi (drum), Haidar (gitar), Daffa (bass) dan Satriya (vocal).

“Perihal Prahara” berisi 12 lagu penuh gejolak berdurasi 16 menit. Mengusung spirit hardcore punk era 80-an sebagai corak utama, DC Threat meracik komposisi yang agresif dengan ledakan energi tanpa ampun pada setiap track. Semua materi direkam di Wish Record dengan proses mixing dan mastering yang dipercayakan kepada Ryan. Sementara untuk artwork lahir dari buah interpretasi dari Muhammad Nur Habibi (@heyhabb) yang mempertegas pesan dan identitas album. 

Album ini membentuk sebuah busur narasi yang kohesif: menyoroti berbagai hegemoni sistemik penguasa beserta beragam persoalan sosial yang lekat dengan denyut kehidupan hari ini. Dari keheningan yang menahan amarah, meledak dalam diagnosis keras atas manusia yang kehilangan nuraninya, menelusuri luka-luka yang diwariskan tanpa pertanggungjawaban, hingga akhirnya berdiri dalam satu sikap: menolak lupa. Melalui dua belas nomor yang meledak dalam balutan hardcore punk, DC Threat menyuguhkan  amarah, kritik sosial, dan semangat kolektif menjadi satu rentetan serapah yang lantang namun tetap reflektif.

 

"Perihal Prahara bukan doktrin atau hasutan. Ini adalah ajakan — untuk membuka mata, merawat ingatan, saling menguatkan, dan selalu bijak menghadapi prahara dunia hari ini. Kami menolak lupa."

— DC Threat

 

Tracklist:

01.  Pra-Serapah

02.  Malapetaka

03.  Fatamorgana

04.  Salah Kaprah

05.  Perhinggaan

06.  Angkara Murka

07.  Sumpah Serapah

08.  Berhak Tegak

09.  Persetan

10.  Mutiara

11.  Era Prahara

12.  Post-Serapah

 

Album “Perihal Prahara” resmi dirilis pada 7 Mei 2026 dan kini telah tersedia di platform musik independen Bandcamp. Sedangkan rilisan kaset pita serta merchandise resmi didistribusikan oleh District Six Records. Untuk sementara ini DC Threat belum mengumumkan rencana tur album dalam waktu dekat. Silakan mengikuti akun instagram mereka @dc.threat untuk update informasi seputar rilisan, gigs dan propaganda lainnya.

Informasi Rilis

Tanggal Rilis 7 Mei 2026

Label District Six Records

Mixing & Mastering Ryan

Studio Rekaman Wish Record

Lirik & Musik DC Threat

Artwork Heyhabb

 

 

Tautan Pemutaran: https://districtsixrecs.bandcamp.com/album/disorder-control-threat-perihal-prahara?fbclid=PAZXh0bgNhZW0CMTEAc3J0YwZhcHBfaWQPNTY3MDY3MzQzMzUyNDI3AAGn_PHinRBIFMfDg6FPO4subtVfNZEcLNHIHZKTu5K1wHEX120-vLFSeLwOTPI_aem_YozGRNbTT-Gxbso26dmB1A

 

Artwork & Dokumentasi: https://drive.google.com/drive/folders/1DG65TgyRMogT_cx25Nb3kzkgQb7f-wSB

 

Untuk pertanyaan media, wawancara, dan keperluan pers, silakan hubungi District Six Records.

 

PRESS RELEASE EP Album NONSENS bertajuk “COLLAPSE”

 


Setelah Tahun lalu mengeluarkan Demo nya kali ini Hardcore asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara, Nonsens resmi memperkenalkan EP perdana mereka yang bertajuk “COLLAPSE”. Dirilis Mei 2026 

dengan membawa amarah, tekanan, dan energi mentah khas hardcore beatdown, EP ini menjadi langkah awal Nonsens dalam memperkuat eksistensi mereka di scene underground Indonesia.


Terbentuk pada tahun 2024, Nonsens hadir dengan komposisi musik yang agresif, berat, dan tanpa kompromi. Menggabungkan unsur hardcore beatdown dengan sentuhan death metal, mereka menghadirkan sound raw dengan tone snare metallic, riff gitar yang tajam, dan atmosfer penuh chaos yang siap menghantam siapa pun di dalam moshpit.


EP “COLLAPSE” berisi lima track yang menggambarkan kemarahan, insting liar manusia, kehancuran mental,dampak peperangan yang dibuat negara negara adidaya yang sangat berpengaruh pada ekonomi dan kestabilan hidup ,hingga tekanan sosial yang dibalut dengan aransemen brutal dan intens.


### Tracklist EP “COLLAPSE”


1. N.E.G

2. Instinct

3. Hack Murder

4. Under The Pretext

5. Miserable (feat. Ryo)


Lirik dalam EP ini ditulis oleh:

Fatiha Rinko

Fakhruddin Ar-Razi


Personil Nonsens


Fatiha Rinko — Vocalist

Fakhruddin Ar-Razi — Guitarist

Rangga Pratama — Drummer

Restu Ramadhan — Bassist


Lewat ep album “COLLAPSE”, Nonsens tidak berusaha mengikuti tren ataupun menciptakan sesuatu yang dibuat-buat. Mereka hanya membawa kemarahan, tekanan, dan realita kehidupan ke dalam musik yang keras, kasar, dan penuh energi.


EP ini menjadi penanda bahwa scene hardcore Tebing Tinggi masih hidup dan terus bergerak.


COLLAPSE is not just music. It’s pressure, anger, and survival.


Iink bandcamp  :

https://nonsens621.bandcamp.com/album/collapse


Link spotify       :

https://open.spotify.com/album/4qpKVYG4GolNzqg9uCsTUP?si=8PBm81NAQZOS4XE5nwf4rQ

Senin, 11 Mei 2026

PRESS RELEASE “SAYAP KIRI – PROSES HIDUP, REALITA, DAN LEDAKAN ENERGI BARU”

Band Sayap Kiri berdiri pada akhir tahun 2021 hingga awal 2022, berangkat dari sebuah pertemuan yang tidak direncanakan reuni kawan lama yang kembali dipertemukan oleh waktu setelah masing-masing menjalani perjalanan panjang dengan band dan skena yang berbeda. Dari pertemuan itu, energi lama kembali menyala dan menjelma menjadi Sayap Kiri. Perjalanan Sayap Kiri tidak selalu berjalan mulus. Dinamika semangat para pemain serta proses pencarian chemistry membuat band ini beberapa kali mengalami pergantian personel. Pasang surut tersebut justru menjadi bagian penting dari pembentukan karakter Sayap Kiri hingga akhirnya menemukan formasi yang solid seperti sekarang: Kholil Gibran (Vokal), Agung (Gitar), Ado (Drum), dan Abe (Bass). Dengan formasi tersebut, Sayap Kiri mulai lebih fokus pada penggarapan materi, meski dengan waktu yang relatif singkat. Pada tahun 2023, Sayap Kiri sempat merilis album perdana secara mandiri yang berisi 9 lagu. Proses tracking dilakukan di Masterplan Studio Bandung, sementara mixing dan mastering dikerjakan oleh Offrecord. Namun perjalanan belum berhenti di situ. Sayap Kiri mengalami beberapa kali perubahan posisi vokal hingga akhirnya diputuskan untuk melakukan penggarapan ulang materi dengan Kholil Gibran sebagai vokalis tetap. Sentuhan vokal yang lebih berat dan penuh karakter menjadi warna baru yang mempertegas identitas Sayap Kiri. Menariknya, dalam album ini Sayap Kiri juga melibatkan sejumlah musisi legendaris asal Sukabumi sebagai kolaborator, di antaranya Papap Armed (Repton)Erik (Bolonk), dan Ari Qibow (Oloxejo), yang turut memperkaya nuansa dan spirit di beberapa lagu.

Secara musikal dan lirik, Sayap Kiri menaruh penekanan kuat pada realita kehidupandisampaikan secara jujur, lugas, dan tanpa kompromi. Setelah melewati berbagai proses, termasuk m menghajar gigs demi gigs sebagai pembuktian di panggung, akhirnya Sayap Kiri bersiap melangkah ke babak baru. Setelah beberapa tahun tertunda, Sayap Kiri akan resmi dirilis oleh Crowded Record Sukabumi menjadi titik awal baru untuk menyebarkan karya yang lahir dari perjalanan panjang, kesabaran, dan keyakinan.


SAYAPKIRI MANAGEMENT

KHOLIL :082218832520

EMAIL :

sayapkiri107@gmail.com

SOSIAL MEDIA

INSTAGRAM:SAYAPKIRI_MUSIC

YOUTUBE:SAYAPKIRI_OFFICAL

SPOTIFY : SAYAPKIRIAPPLE MUSIC:SAYAPKIRI

Sabtu, 09 Mei 2026

Botten Strong resmi merilis full album terbaru yang bertajuk “Hancur Negeriku” dalam format kaset via NEWHOPE RECORDS !!

Setelah merilis single videoclip “Penguasa Negeri” pada Januari lalu yang mengguncang dengan kritik tajam terhadap realita sosial, Botten Strong kembali melanjutkan gebrakan mereka.

Di bulan April ini, Botten Strong resmi merilis full album terbaru yang bertajuk “Hancur Negeriku” dalam format kaset via NEWHOPE RECORDS !!

Album ini bukan sekadar kumpulan lagu—ini adalah luapan amarah, keresahan, dan suara lantang dari jalanan yang selama ini terpendam. Dengan lirik yang jujur, keras, dan tanpa kompromi, Botten Strong mengajak pendengar untuk membuka mata terhadap kondisi negeri yang kian jauh dari

harapan.

“Hancur Negeriku” merangkum semangat perlawanan, solidaritas, dan realita pahit yang dihadapi banyak orang hari ini. Setiap track membawa energi yang mentah dan penuh emosi—mewakili suara mereka yang seringkali diabaikan.

Melalui album ini, Botten Strong tidak hanya ingin didengar, tapi juga ingin membakar

semangat—bahwa kita tidak boleh diam, dan perubahan harus terus diperjuangkan.

Dan April ini Botten strong akan melakukan Tour Album mereka di 3 titik di Indonesia seperti : Bali , Cirebon dan Bandung.

Ini bukan sekadar musik.

Ini adalah pernyataan sikap.

Ini adalah suara kami.

Botten Strong – Hancur Negeriku ( 2026 )

Definitely Perhaps presents with We're Not About To..., an EP album that pushes hardcore/punk to its reflective edge.


Definitely Perhaps Hadir dengan We’re Not About To..., album EP yang mendorong

hardcore/punk ke tepi reflektifnya. Album ini menolak kehalusan, menggunakan riff yang

melepuh dan lirik yang tajam untuk mengeksplorasi pembusukan masyarakat,

akuntabilitas pribadi, dan urgensi penentuan nasib sendiri. Ini adalah musik yang tidak

hanya menuntut perhatian—tetapi menekankan pada kesadaran.


Definitely Perhaps adalah band hardcore/punk asal Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Dikenal karena energi mereka yang intens dan fokus lirik yang tajam, band ini menangani

perjuangan pribadi dan kekacauan sosial dengan kejujuran yang tak tergoyahkan. Terdiri

dari empat pemuda bermasalah—Dzaky, Hafiz, Jonathan, dan Calvin—mereka telah

membangun reputasi untuk memadukan agresi mentah dengan komentar reflektif,

menciptakan musik yang menantang pikiran dan tubuh.


Ringkasan Album

We’re Not About To... adalah konfrontasi yang ditetapkan untuk menyuarakan—

pernyataan bahwa kepasifan bukan lagi pilihan. Album ini meneliti kekacauan kehidupan

modern, dari keserakahan sistemik dan pembusukan moral hingga tanggung jawab

pribadi dan penentuan nasib sendiri. Dengan single seperti "Our Only Stage" dan

"Wisely Communicate Only," album ini menyalurkan energi mentah ke dalam

pernyataan yang terarah: kesadaran, tindakan, dan perlawanan bukanlah opsional—

mereka penting.

"We’re Not About To..." adalah cerminan dari kecemasan kita tentang dunia yang menjadi

semakin bising tetapi semakin kehilangan arahnya. Melalui lagu-lagu ini, kami mencoba

berbicara tentang tanggung jawab, kesadaran diri, dan keberanian untuk melawan siklus

kehancuran yang terus berulang—baik secara pribadi maupun sosial. Orang banyak berbicara, tetapi hanya sedikit yang benar-benar berpikir. We’re Not About To... adalah

cara kita menolak untuk tetap diam dan menolak untuk terjebak dalam kekacauan." —

Definitely Perhaps.


Deskripsi Track-by-Track

1. Chasin' The Sun – Dorongan keras menuju penentuan nasib sendiri; matahari

melambangkan tujuan dan kejelasan di dunia yang tidak pasti.

2. Definitely Stomp – Energi punk yang mentah dan mendesak mendorong pesan

untuk mengambil kendali ketika harapan gagal.

3. Our Only Stage – Apokaliptik, menantang, dan mendesak; panggilan bangun

tentang pembusukan sistemik dan harapan pemberontakan yang rapuh.

4. Wisely Communicate Only – Kata-kata kasar konfrontatif terhadap pidato

sembrono; Manifesto untuk komunikasi yang penuh perhatian dan bertanggung

jawab.

5. Formless State – Meditasi gelap tentang ambisi, keruntuhan, dan kehancuran

yang ditimbulkan sendiri, dengan ketegangan yang mendidih di bawah

permukaan.


Mengapa Album Ini Penting

We're Not About To... menangkap momen di mana kesadaran bertemu dengan tindakan.

Ini bukan hanya kumpulan lagu—ini adalah pernyataan menentang kepuasan diri dan

seruan untuk ketahanan. Dengan perpaduan lirik konfrontatif dan intensitas hardcore,

album ini memposisikan Definitely Perhaps sebagai suara untuk refleksi,

pembangkangan, dan energi tanpa henti di kancah Hardcore/punk Indonesia.



Kredit

Vokal: Dzaky

Guitar: Hafiz

Bass: Jonathan

Drum: Calvin

Musik & Aransemen: Definitely Perhaps

Artwork Cover: Zidnyfx

Track & Record: Ian Ilham Yuniar

Mixing & Master: Cruelhammer

Foto: Muhammad Abizar & Rizqi


Contact / Media

Email: definitelyperhaps94@gmail.com

Instagram: @definitely.perhaps

Bandcamp: www.definitelyperhaps.bandcamp.com

#WOYOCREW #NWOMJHC