Minggu, 07 Juni 2026

SABERTOOTH KEMBALI DENGAN "BLESSING RAGE", SINGLE PERTAMA MENUJU ALBUM KEDUA YANG AKAN DATANG

Setelah lebih dari satu dekade sejak album debut mereka dirilis pada 2014, Sabertooth akhirnya kembali.

Unit Heavy Metallic Hardcore asal Magelang, Jawa Tengah ini resmi melepas single terbaru berjudul "Blessing Rage", yang dirilis pada 7 Juni 2026 melalui Rest N Rust Records. Lagu ini menjadi gerbang menuju album penuh kedua mereka yang

dijadwalkan rilis pada 9 Juli 2026.


Bagi Sabertooth, perjalanan selama 13 tahun bukan sekadar tentang mempertahankan sebuah band. Ini adalah proses panjang dalam menempa musikalitas, keyakinan, dan cara mereka memandang hidup. Dari perjalanan itulah

"Blessing Rage" lahir.


Lagu ini berbicara tentang menerima konsekuensi dari kesalahan, menghadapi

kenyataan, dan menemukan kekuatan untuk bangkit dari setiap luka yang ditinggalkan kehidupan. Sebuah pengingat bahwa masa lalu tidak dapat diubah, tetapi setiap orang

selalu memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya.


Di balik tema tersebut, tersimpan satu gagasan yang menjadi inti lagu ini:

Kemarahan tidak selalu berarti kehancuran. Kadang ia menjadi api yang menjaga kita tetap berdiri, tetap bergerak, dan terus bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Itulah Blessing Rage.


Secara musikal, Sabertooth memperluas batas-batas hardcore yang mereka yakini

selama ini. Riff-riff agresif, groove yang menghantam, serta energi tanpa kompromi

berkelindan dengan pengaruh groove metal, death metal, dan southern metal.

Hasilnya adalah komposisi yang eksplosif dari awal hingga akhir, namun tetap

menyisakan ruang untuk refleksi.

Diperkuat oleh Hays (vokal), Big Wox (gitar), Ozzy (gitar), Amung (bass), dan Erwin (drum), Sabertooth memilih untuk tidak tunduk pada formula yang aman. Mereka menghadirkan dinamika dan pendekatan musikal yang lahir dari eksplorasi, sekaligus menegaskan bahwa hardcore tidak pernah dibangun dari stagnasi, melainkan keberanian untuk terus mendefinisikan diri secara independen.

"Blessing Rage" adalah lagu yang bisa dirayakan bersama di tengah moshpit maupun didengarkan sendirian saat menghadapi pergulatan hidup. Sebuah ajakan untuk tetap bangkit dari keterpurukan, berdiri tegak menghadapi kenyataan, dan tidak menyerah pada keadaan.

Karena setiap masalah harus dihadapi, bukan ditinggalkan.Proses produksi dilakukan di Evolve Studio, Magelang, dengan Big Wox sebagai Music Director serta Fadel "Fornicaras" sebagai Engineer, Mixing, dan Mastering. Seluruh proses rekaman berlangsung secara intens dan efisien, merekam energi yang menjadi fondasi utama karakter Sabertooth hari ini.

"Blessing Rage" menjadi langkah pertama menuju album kedua Sabertooth yang akan

dirilis pada 9 Juli 2026. Album tersebut akan hadir melalui Rest N Rust Records untuk format CD dan Tycusgoth Records untuk format kaset.

Setelah 12 tahun tanpa album baru, Sabertooth kembali bukan untuk mengulang masa lalu. Mereka kembali untuk melangkah lebih jauh. Dan sekali lagi menancapkan taringnya di tengah riuh kancah hardcore yang tidak pernah mati.


Personel

• Big Wox

• Hays

• Ozzy

• Amung

• Erwin

Kredit Produksi

• Engineer: Fadel Fornicaras

• Music Director: Big Wox

• Mixing & Mastering: Big Wox & Fadel Fornicaras

• Art Director: Big Wox

• Layouting: Fanny & Iamearly

Informasi Rilisan

Artis: Sabertooth

Single: Blessing Rage

Tanggal Rilis Single: 7 Juni 2026

Genre: Heavy Metallic HardcoreLabel: Rest N Rust Records

Distribusi: Rest N Rust Records

Album Kedua: Rilis 9 Juli 2026

Sosial Media: @sabertooth_tchc & @restnrustrecs


Tentang Sabertooth

Sabertooth adalah band heavy metallic hardcore asal Indonesia yang dikenal melalui

musik berenergi tinggi, riff agresif, serta lirik yang mengangkat tema perjuangan hidup,

tanggung jawab, solidaritas, dan ketahanan menghadapi berbagai tantangan. Setelah

merilis album debut pada tahun 2014 “Provement From The Wise Tiger”, Sabertooth

kembali pada tahun 2026 dengan materi baru yang merepresentasikan perjalanan

panjang, pengalaman hidup, dan semangat yang tidak pernah padam.

DREAM OF KILL RILIS SINGLE TERBARU “ATALA”, KARYA HARDCORE TENTANG KEHILANGAN, TRAUMA, KEHANCURAN, DAN REFLEKSI SPIRITUAL

Band Hardcore asal Sambas, Kalimantan Barat, DREAM OF KILL resmi merilis single terbaru mereka yang berjudul “ATALA”, sebuah karya emosional bernuansa gelap yang memadukan agresivitas hardcore modern dengan refleksi spiritual mendalam tentang trauma, kehancuran batin, dan kehilangan harapan.

Melalui lagu ini, DREAM OF KILL mengangkat konsep tentang bagaimana sebuah anugerah dari Sang Pencipta terkadang datang dalam bentuk yang tidak pernah dipahami manusia. Sesuatu yang awalnya terlihat sebagai jawaban doa dan harapan, perlahan berubah menjadi sumber rasa sakit, kehancuran mental, dan luka traumatik yang terus menghantui. “ATALA” menjadi representasi pergulatan manusia ketika berhadapan dengan takdir yang berat. Lagu ini tidak berbicara tentang kebencian terhadap anugerah ataupun mempertanyakan kehendak Tuhan,

melainkan tentang sisi rapuh manusia saat mencoba bertahan di tengah ujian yang terasa menghancurkan dirinya sendiri.


Nuansa tersebut dituangkan melalui penggalan lirik:

“Aku berlutut di altar kehancuran

Memeluk iman yang telah kau kuburkan

Setiap harap yang pernah ku genggam

Kini membusuk… dalam genggaman malam”


Lirik tersebut menggambarkan seseorang yang berada di titik terendah kehidupannya tenggelam dalam trauma, kehilangan arah, dan merasa imannya ikut terkubur bersama rasa sakit yang ia alami.

“Altar kehancuran” menjadi simbol tempat manusia menyerah kepada luka, penyesalan, dan kehampaan.


Namun di balik atmosfer gelap itu, “ATALA” juga terinspirasi dari Surah Az-Zumar ayat 53 yang

berbunyi:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”


Ayat tersebut menjadi inti spiritual dari lagu ini. Ketika manusia merasa seluruh harapannya telah membusuk dalam malam, rahmat Sang Pencipta tetap hadir sebagai cahaya yang tidak pernah benar-

benar padam. Di situlah konflik emosional “Atala” dibangun — pertarungan antara keputusasaan manusia dan kasih sayang Tuhan.

Secara musikal, DREAM OF KILL menghadirkan kombinasi riff berat, breakdown agresif, ambience suram, serta ledakan vokal penuh emosi yang dipengaruhi hardcore, metalcore dan hardcore yang lebih modern. Seluruh elemen musik dalam lagu ini dirancang untuk menciptakan rasa yang kelam , traumatik, dan penuh tekanan emosional. “ATALA” juga menjadi bentuk ekspresi jujur tentang kesehatan mental, trauma, dan perjuangan mempertahankan iman ketika hidup terasa runtuh sepenuhnya. Lagu ini ditujukan bagi siapa saja yang pernah merasa hancur oleh kenyataan, namun masih berusaha menemukan makna di balik rasa sakit

tersebut.

“Tidak semua anugerah datang membawa damai.

Beberapa hadir untuk menguji seberapa kuat manusia mampu bertahan.”


Personil dari DREAM OF KILL

- Octa Amandana ( Vocal )

- Rifky Mulya Nugraha ( Bass )

- Bayu Effriadi ( Gitar )

- Yoga Pratama ( Gitar )

- Sukandi ( Abbo ) ( Drum )

Single ini adalah pembuka dari EP yang sedang digarap dan dipersiapkan oleh DREAM OF KILL dalam waktu dekat juga akan segera merilis single selanjutnya sebagai satu kesatuan EP yang akan datang. Single “ATALA” kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming

Sabtu, 06 Juni 2026

Press Release Album “NEMMEN-MENEMBUS BATAS MAKSIMAL”


Cerita dimulai dari situasi dimana ruang publik dikuasai oleh kabut kepalsuan. Di atas tahta tertinggi, para penguasa yang buta karena (1)Bara Ambisi sibuk menelan janji-janji mereka sendiri, membiarkan rakyat terlantar di bawah keputusan yang egois. Bahkan hukum yang menjadi sandaran terakhir berjalan terbalik, sosok (4)224 berdiri sebagai simbol ironi, sebuah pengingat bahwa penjahat jalanan yang paling ditakuti sekalipun ternyata tidak ada apa-apanya dibanding kemunafikan para pejabat berdasi yang seharusnya menjadi pelindung. Masyarakatnya pun tidak dalam kondisi baik-baik saja. Di bawah cengkraman (7)Stigma, manusia telah kehilangan arah hidup. Mereka menyembah lembaran uang dan melupakan esensi dasar kemanusiaan. Ditambah lagi dengan jerat (3)Rosemaya, mayoritas dari mereka memilih bersembunyi dibalik topeng dunia maya, memalsukan kebahagiaan sambil

membiarkan dunia nyata mereka hancur perlahan.


Namun di tengah keputusasaan itu, ada percikan api yang menolak padam.

Terinspirasi dari pemikiran besar para pendahulu yang tertuang dalam (8)Akal Alam, seperti semangat yang abadi dan tak mau didikte oleh zaman, lahirlah sebuah perlawanan. Jiwa-jiwa yang tersisa mengumpulkan sisa energi, bersiap

(5)Mengacau Balaukan tatanan yang rusak. Tidak ada kompromi dan tidak peduli seberapa besar ancaman yang menghadang di depan mata, nyali sudah bulat menyala. Perjuangan ini bukan sekadar pemberontakan fisik, melainkan

perang melawan batasan diri dan waktu. Mereka mengamuk, mencoba (2)Menembus Batas Maksimal kemanusiaan mereka.

Bagi mereka, usia, fisik dan intimidasi hanyalah angka di atas kertas. Melalui energi yang meledak-ledak, mereka

bertransformasi menjadi (6)Manusia Enam Nyawa sosok yang tidak bisa mati, yang bangkit berulang kali setiap kali dijatuhkan, menolak tua, menolak tunduk dan terus

mendobrak tirani hingga batas paling akhir.

Membara! Menghantam! Menembus batas maksimal!


Song:

  1. Bara Ambisi
  2. Menembus Batas Maksimal
  3. Rosemaya
  4. 224
  5. Mengacau Balaukan
  6. M.E.N ft. David (Beat The Wall)
  7. Stigma ft. Andro Amanusa (Revival, Numeron)
  8. Akal Alam


CREDIT:

PRODUCED BY NEMMEN

RECORDED AT ORVIUS SOUNDLAB

MIXED & MASTERED BY FEBRI ANTONIA

COPYRIGHT 2026

ARTWORK BY HERI MYTHOLOGY ART

PHONE/W.A : 082 340 140 258

E-MAIL : nemmennemmen6@gmail.com

Instagram: nemmen.id

Youtube: NEMMEN official