Jumat, 30 Januari 2026

PRESS RELEASE: Album Perdana 406 Segera Dirilis Januari 2026, Dengarkan Single Perdana "Silent Heaven"


Berasal dari kota Tondano, Sulawesi Utara, 406 memberikan suguhan metallic hardcore yang modern, padat, dan rapat, dilengkapi dengan aksi panggung mereka yang energik jika disaksikan live. Hari ini, mereka mengumumkan album perdana mereka, The Frailty Of The Contorted Human Mind, yang akan dirilis pada 30 Januari 2026 lewat No Match Records. 

Terbentuk pada awal tahun 2023, band ini kemudian merilis dua lagu yaitu The Darkness and Its Different Shades pada 2024 kemudian pada tahun 2025 merilis single Desolate Phantom dan juga berkontribusi pada kompilasi Sulawesi Hard Compilation Vol.1 lewat trek Phobos.

The Frailty Of The Contorted Human Mind direkam secara mandiri di The Double D Studio, Tondano dengan bantuan sang gitaris, Gregorio Karwur dan total 12 lagu pada album ini.


Lewat single Silent Heaven sendiri menangkap dengan baik apa yang band ini ingin tunjukan pada album ini, ketegangan emosional dan suasana kelam yang didorong oleh aransemen kompleks, vokal yang memekik, dan riff gitar berat.

Berikut apa yang ingin dikatakan 406 tentang album ini:

“Album ini bercerita tentang pemikiran manusia yang berubah-ubah. Jadi semua elemen emosi kita masukan di dalam album ini, dari marah hingga sedih hingga senang dan lain sebagainya. Kami memandang hardcore bukan cuma dari segi cara bermain musik dan moshing tetapi dari jiwa, dan jiwa hardcore itu sendiri yang kita curahkan di dalam ini.”

Tracklist:

01.  The Darkness and Its Different Shades

02.  Tremble

03.  A Vile Strain

04.  Silent Heaven

05.  From Guilt

06.  In Sorrow

07.  In Water

08.  Pale Sun

09.  Desolate Phantom

10.  No Time To Die

11.  Veins Withering

12.  Epilogue


The Frailty Of The Contorted Human Mind akan segera rilis pada 30 Januari 2026 via No Match Records.

Habis Tak Tersisa hingga “Mati Rasa” single terbaru Resurrect

“Kala harapan telah binasa Direngut habis sang pendusta”


Itulah sepenggal lirik dari “Mati Rasa”, single terbaru yang dirilis Resurrect, unit Metal asal Surabaya pada 21 November 2025.

Single ini jadi debut lagu berbahasa Indonesia pertama mereka sejak delapan tahun berkarya.

Ditulis Billy selaku gitaris dibantu Anggoro vokalisnya, lirik "Mati Rasa" tidak puitis, tapi tetap kritis. Isinya sebagian besar adalah ungkapan dari kondisi psikologis dan sosial yang dirasakan para personilnya.


Harapan yang seakan tak ada karena terus dirampas oleh nafsu serakah. Penuh amarah, tapi realita yang dibuat oleh para pemegang kuasa membuatnya seolah tak berdaya.

“Ibarat kata, Mati Rasa ini seperti fase di mana kita tak bisa lagi bereaksi terhadap segala sesuatu yang buruk, baik secara fisik maupun psikis. Semuanya terjadi ya karena segala kesialan itu terus berulang tanpa ada ujungnya,” kata Billy.

Tapi "Mati Rasa" bukan hanya sekedar lagu yang menceritakan soal kondisi sosial masing-masing personil.

Liriknya juga bisa relate dengan yang dirasakan kebanyakan orang sekarang. Di mana hidup yang kadang sudah penuh derita, justru perparah lagi oleh realita nafsu serakah para penguasa.

"Yang bisa dirasakan dari lirik Mati Rasa ini, seakan tersampaikan bagaimana orang akan jadi nir empati, tidak tahu bagaimana harus bereaksi pada sesuatu. Entah rasa sedih, maupun perasaan sejenisnya karena mereka seolah sudah kebas atas segala tragedi yang berulang," tambah Anggoro.

Untuk musikalitas? jelas, distorsinya masih tebal dan deras, layaknya “Paradox” yang lebih dulu dirilis tahun 2023.

Di single terbaru ini, kesannya lebih heavy. Begitu juga elemen negatif hardcore-nya, masih kental terasa dalam lagu "Mati Rasa".

Kini, single yang akan jadi jembatan menuju album perdana Resurrect yang rencananya akan rilis 2026 ini, sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital. Mulai Spotify, Apple Music, hingga Youtube.

Minggu, 21 Desember 2025

Sacred - "Mankind's Truth Buried In Lies"

 

Sacred adalah band Metalcore/Hardcore yang berasal dari kota Pandaan, Jawa Timur, Indonesia. Dengan energi yang murni dan emosi yang intens, Sacred menghadirkan musik yang bercerita tentang perjuangan, perlawanan, dan kisah nyata yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Membawa nuansa Metalcore era 2000-an seperti Four Winds Away, Drawing Last Breath, I Promise The World, dan sedikit Screamo. Dengan riff yang tajam, vokal yang agresif, dan ritme yang menghentak, Sacred menciptakan lagu-lagu yang tak hanya didengar, tetapi juga benar-benar terasa.

Sebagai representasi komunitas kritis dan isu sosial, Sacred hadir untuk menyatukan mereka yang menemukan makna melalui musik metalcore, sekaligus menghadirkan nuansa baru bagi kancah Metalcore/Hardcore di Indonesia.

Sacred beranggotakan Zain (Vokal), Dapuk (Gitar), Rizqi (Gitar), Nopal (Bass), dan Daniel (Drum).


Perjalanan kami dimulai dengan rilisan pertama, Mankind's Truth, Buried In Lies yang dirilis oleh Endless Chain Records yang menjadi fondasi dan identitas awal band. Sejak saat itu, kami terus bereksperimen sambil tetap setia pada akar metalcore era 2000-an, yang membawa kami menuju karya-karya mendatang. Kini, kami memasuki babak baru dalam diskografi kami dengan singel Mankind Truth, Buried In Lies. Lagu ini mewakili apa yang selalu kami rasakan: bagaimana kebenaran seringkali tersembunyi, terkubur di bawah kebohongan yang dibangun oleh sistem, dan bagaimana umat manusia terus berjuang mencari makna sejatinya.

Mankind truth sudah bisa didengarkan di seluruh Platform.


Lagu ini merupakan protes terhadap segala kepalsuan dan kemunafikan yang telah menjadi hal biasa dalam budaya saat ini. Liriknya berasal dari sudut pandang seseorang yang baru saja muak. Mereka muak melihat bagaimana masyarakat lebih peduli pada penampilan, membangun citra, dan mendapatkan validasi dari orang lain (terutama di media sosial) daripada jujur, autentik, dan menjadi diri sendiri. Inti dari lagu ini adalah bahwa kita kehilangan apa yang nyata. Lagu ini menunjukkan bagaimana orang-orang begitu terjebak dalam peran yang mereka mainkan untuk orang lain sehingga mereka akhirnya kehilangan jati diri mereka yang sebenarnya.

Minggu, 23 November 2025

Strait City Hardcore Mendidihkan Amarah: Grounded Rilis “Become A Beast” sebagai Seruan Berubah Jadi Monster



Representasi Strait City Hardcore (SCHC). Grounded kembali menggedor dari inti Strait City Hardcore (SCHC) dengan EP terbaru mereka, “Become A Beast” sebuah deklarasi perang terhadap penindasan, rasa kalah, dan segala bentuk belenggu yang menahan manusia dari menjadi dirinya yang paling liar dan paling jujur. Dirilis pada 5 November via Moshpit Record dan menjadi roster andalan Moshpit Records.

EP ini adalah potret gelap tentang manusia yang lahir dari luka. Bukan luka yang mematahkan, tapi luka yang membentuk tanduk, taring, dan keberanian. Grounded menulis perjalanan seseorang yang merasa gagal, pecah, ditolak tapi menolak mati. Dari bawah tanah, dari titik paling rendah, mereka menarik napas terakhir sebagai “manusia biasa” dan menghembuskannya kembali sebagai beast.

EP ini menggambarkan perjuangan melawan penindasan dan keinginan untuk menjadi diri sendiri dan bebas. Mereka yang pernah terluka dan tertindas dapat menjadi sosok yang kuat dan militan untuk melawan dan mengubah keadaan. (BECOME A BEAST) membahas tentang bagaimana manusia sering kali terjebak dalam siklus ketakutan dan penyesalan yang membentuk diri mereka. Luka-luka dari pengalaman masa lalu dapat membentuk kekuatan dalam diri seseorang, meskipun awalnya membelenggu.

EP ini menggambarkan perjalanan seseorang yang awalnya merasa seperti pecundang dan tertolak, tetapi akhirnya menemukan kekuatan

untuk melawan dan mengubah dirinya menjadi sosok yang tangguh dan pemberani. Mereka yang pernah ditolak dan terluka dapat menjadi sosok yang kuat dan militan, tidak takut lagi untuk menghadapi tantangan dan mengubah nasib mereka. EP ini juga mengkritik narasi heroik yang sering kali terlalu disederhanakan dan tidak mencerminkan realitas kehidupan yang kompleks dan kejam.



TRACK LIST

  1. Intro
  2. Tertembak Terbantai
  3. Become A Beast
  4. Until I Found What I Want

Menjadi hewan buas Tanpa rasa takut ludahi stiap Ketakutan membelenggu Darah perjuangan terbayar lunas Tanpa menyerah Kuhantam sampai knockout

inilah semangat hardcore ~ Become A Beast


CREDITS

Recording : Firman Pakaya (AltergEgo Home studio) Mixing & Mastering : Roger Salawati (Moshpit Studio) Songwriter:

Tertembak Terbantai (Yehezkiel Tilaar) Become A Beast (Yehezkiel Tilaar & Rafael Markus) Until I found What I Want (Rafael Markus)

EP Artwork : Rafael Markus

Band Photos by : Weldy Borang

Coppy Writer by : Yehezkiel Tilaar & Roger Salawati




[Press Release] Colderveins Rilis Single Perdana “Leaving Love In Ruins” via Moshpit Records

10 November, Colderveins merilis single perdana berjudul “Leaving Love In Ruins”, sebuah karya yang lahir dari kisah nyata tentang trauma, penolakan, dan kepahitan cinta yang meninggalkan luka mendalam.

Single ini menjadi gerbang awal hadirnya Colderveins di skena hardcore nasional, membawa warna baru dari wilayah yang jarang terdengar.


Listen On :

Spotify 

https://open.spotify.com/track/60RqxHQEOK0u5rwQBh4UJr?si=xAj-Y6q_S4ar2ZrYWClidw&context=spotify%3Aalbum%3A6jUVU9tDQSkrdtmyCji7Md

Lyrics Video 

https://youtu.be/_603owO3gt0?si=LKG_oFi2o1aUPIg4

Bandcamp

https://moshpitrecs.bandcamp.com/track/leaving-love-in-ruins


Moshpit Records

Email: moshpitrecs@gmail.com

Instagram: @moshpitrecs


Bandcamp: https://moshpitrecs.bandcamp.com

Album rilis ENDGATE - Ballad of Broken Reality

Endgate  yang merupakan Band asal Gianyar - Bali yang diisi oleh :

Dhimas  ( Vocal )

Rahtu ( Lead guitar )

Alit ( Rythm guitar )

Pura ( Bass )

Nanda ( Drum )  

Endgate baru saja merilis album penuh setelah selama dua tahun penuh terbenam senyap

Di tanggal 18 Agustus 2025, kitab penuh lahir dengan berjudul "Ballad of Broken Reality".

Album ini direkam bersama Fantazy Record (dipandu Guscilix) dan House Record (dipandu Ray Febriadi. Sementara proses mixing & mastering dipercayakan kepada Pandora Labs sebagai dapur pengolahan suara yang mempertegas intensitasnya.

Endgate merangkai sembilan track sebagai gugusan doa yang hangus dan serpihan dari kesadaran yang membusuk.

Raungan, ambient, dan kerusakan sonik dirangkai menjadi liturgi gelap.

Track seperti “Eternal Wound”, “Belenggu Purnama”, dan “The Savior Won’t Save Anything” menjadi perlawanan terbuka terhadap dogma, makna semu, dan harapan kosong.

Sedangkan “Empty Poem” dan “Florem Mortem” menghadirkan keheningan pahit dan ruang menerima kehancuran sebagai akhir yang sah.

“We live with eternal wounds. Hurt. Forever with pain.”

Ballad of Broken Reality adalah perjalanan atmosferik nan apokaliptik, menyatukan post-metal,

ambient, neocrust, dan hardcore.

Sebuah elegi bagi luka batin, keterasingan spiritual, dan realitas yang tak bisa lagi diselamatkan.

Berikut kami lampirkan link beserta informasi lebih lengkap mengenai perilisan Album “Ballad of Broken Reality”. 

"Stray" Is a New Chapter for Remoire: Romanticizing Wounds in Hardcore

 

Sidoarjo, 2025-Di penghujung musim gugur menuju penghujan, Remoire, pionir melodic hardcore asal Sidoarjo telah merilis single terbaru mereka yang bertajuk "Stray".


Dalam single mereka kali ini, mereka membawakan warna baru ke dalam karya mereka, membungkus romantisasi gejolak batin, amarah, dan ke-terpurukan yang diantarkan dengan riff tajam 'nan menyayat khas melodic hardcore. Dirilis oleh Siderise Records, kini "Stray" dapat di dengarkan di seluruh platform digital kesayangan kalian, sila dengarkan dan menarilah dengan kehilangan


Stray by Remoire

Release on : September 30, 2025

Produced by : Remoire

Recorded at : Rezroll

Engineered by : Remoire

Mixed & mastered at : Rezroll

Mixed & mastered by : Reza

Lyric written by : Adhi Septia, mochammad Ghufron

Song composed by : Remoire

Band photo by : Dodok

Artwork by : Remoire


Deserve are :

Vocal : Daniel

Guitar 1 : Adhi Septia

Guitar 2 : Mochammad Ghufron

Bass : Ardhi

Drum : Igo